Separasi tanpa batas ruang, tempat ataupun waktu

Apakah separasi hanya dilakukan secara jemaat? Apakah hanya dilakukan hari minggu saja? Ataukah hanya di mimbar saja?

Apakah di parkiran saya bebas merokok? Apakah saya boleh dibaptis lagi di sungai Yordan? Atau membawa bayi saya ‘dipermandikan’? Di kantor atau rumah saya bebas ikut dalam persekutuan rohani apapun? Di panti saya boleh setiap hari membakar hio di depan altar? Di kuburan saya boleh ‘mengirim uang neraka’? Di ruangan pribadi saya boleh menikmati pornografi?

Tidak. Separasi tidak terbatas oleh ruang, tempat ataupun waktu.

1Petrus 1:
14. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Efesus 5
8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
9. karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
10. dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
12. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
13. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

Dua lapis separasi

  • Separasi Pribadi, Personal, Individual.
  • Separasi Jemaat, Local Church.

Ha?!?! Separasi pribadi? Apakah kita harus pindah ke planet lain?

Tidak. Pribadi disini adalah subyek, bukan obyek separasi. Pribadi ini adalah subyek yang melakukan separasi, bukan target/sasaran/obyek separasi.

Hal yang penting kita mengerti adalah: Apa obyek separasi? Dari obyek apakah kita memisahkan diri? Kita tidak separasi dari pribadi manusia berdosa. Malahan Tuhan  datang dalam daging dan tidak memisahkan diri dari manusia.

Baik dalam separasi pribadi maupun jemaat, obyek separasi adalah sama.

Obyek separasi adalah dosa, kesalahan dan kesesatan moral/doktrin.

1Petrus 1:16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Itulah sebabnya gereja alkitabiah mengajarkan orang Kristen untuk tidak merokok, tidak ke diskotek, ke tempat perjudian, dsb., dst…

Tidak pernah Tuhan mengajarkan secara pribadi menjauhi ataupun memusuhi penjudi, perokok, pelacur, dst. Bahkan mereka perlu diinjili agar mengerti bahwa walaupun Tuhan mengasihi pribadi mereka, tetapi Tuhan membenci perbuatan dosa mereka.

Kembali kepada pertanyaan kunci separasi:

“Apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya sudah memisahkan diri? Ataukah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat didalam dosa/kesalahan/kesesatan?”

Jadi, kita separasi dari perbuatan dosa mereka, bukan dari pribadi yang berdosa. Justru kita diutus kepada orang berdosa untuk memberitakan pertobatan dari dosa kepada Keselamatan Kekal yang hanya didapat dalam Tuhan Yesus saja.

Jadi, jika diajak ke diskotek ataupun tempat perjudian kita harus jelas dan tegas dan konsisten memilih separasi karena tempat itu jelas spesifik dikhususkan untuk perbuatan dosa. Tetapi diajak makan siang oleh penjudi, pelacur, homo, gay, lesbi dsb. tidak ada masalah karena kita tidak terlibat didalam dosa mereka dan justru inilah saat yang tepat memberitakan kasih terbesar Tuhan yang sudah dihukum karena dosa kita semua.

Pertanyaan-pertanyaan

  • bagaimana kalau saya punya rumah sakit dan orang berbagai agama datang berobat?
  • bagaimana kalau bisnis saya jasa penguburan dengan berbagai ragam ibadah?
  • bagaimana kalau teman saya datang ke rumah pas tepat jam ibadahnya dan mau menumpang tempat?

Semuanya dengan mudah dijawab dengan menggunakan pertanyaan kunci tadi:

“Apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya sudah memisahkan diri? Ataukah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat didalam dosa/kesalahan/kesesatan?”

Jika pertanyaan ini diterapkan kedalam pertanyaan sebelumnya:

  • apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat dalam ibadah pasien pengunjung rumah sakit?
  • apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat dalam ibadah kematian keluarga?
  • apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat dalam ibadah orang yang datang ke rumah saya?

Dengan garis separasi yang tegas dan konsisten, pertanyaan-pertanyaan diatas bisa dijawab dengan lebih mudah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s