Meditasi Alkitabiah vs Pagan / Okultis

Banyak orang mencari ‘obat’ stress dan depresi dengan melakukan meditasi. Meditasi yang benar sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa rohani. Tetapi penting juga menyadari bahaya meditasi salah yang sudah dipengaruhi okultisme pagan. Salah satu bahaya nyata yang sering ditampilkan dalam film kungfu adalah zou huo ru mo (走火入魔).

Bagaimana mengetahui perbedaannya? Jangan mencoba-coba sebelum mengerti meditasi yang baik dan benar!

Meditasi Alkitabiah

Kata ‘meditate’ muncul 14 kali dalam 14 ayat dalam terjemahan KJV, 12 kali di PL dan 2 kali di PB.
Dalam PL, kata tersebut diterjemahkan dari kata Ibrani H1897 hagah 6 kali, H7878 siyach 5 kali, H7742 suwach 1 kali.
Dalam PB kata tersebut diterjemahkan dari kata Yunani G3191 meletaō 1 kali dan G4304 promeletaō – yang merupakan kata yang sama dengan awalan pro – 1 kali.

Kata H1897 hagah dalam TB diterjemahkan menjadi: menyebut-nyebut 4, merenungkan 3, memikirkan 2, redup 2, mengaduh 2, memberi suara 1, melahirkan 1, komat-kamit 1, mengatakan 1, melahirkannya 1, mengucapkan 1, mereka-reka 1, renungkanlah 1, merancangkan 1, menimbang-nimbang 1, suara 1, menggeram 1.

Kata H7878 siyach dalam TB diterjemahkan menjadi: merenungkan 7, percakapkanlah 2, merenung 2, ceriterakanlah 1, disapanya 1, bertuturlah 1, keluh kesahku 1, cemas 1, memikirkan 1, menjadi buah bibir 1, mengeluh 1, memikirkannya 1, kunyanyikan 1.

Kata G3191 meletaō dalam TB diterjemahkan menjadi: Perhatikanlah 1, mereka-reka perkara 1.

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Mazmur 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
(63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, — (63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
(77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.
119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
119:23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:78 Biarlah orang-orang yang kurang ajar mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu.
119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.

Secara konsisten, meditasi Alkitabiah berarti meluangkan waktu secara khusus untuk fokus merenungkan, memikirkan, mempelajari Firman Tuhan dengan menggunakan pikiran dan akal budi yang sehat. Memenuhi pikiran dan akal budi dengan Firman Tuhan.

Ini adalah salah satu praktek menerapkan perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap pikiran dan akal budi.

Mazmur 143:5 Aku teringat kepada hari-hari dahulu kala, aku merenungkan segala pekerjaan-Mu, aku memikirkan perbuatan tangan-Mu.

Meditasi Pagan dan Okultis

Dalam berbagai metode meditasi pagan (samādhi, transendental, yoga, taichi, hipnotis, pranayama, dsb.) pelaku diajarkan untuk fokus pada suatu benda atau beberapa kata (word of faith) atau mantra, atau fokus pada pernafasan atau pada gerakan tubuh atau pada otot atau bagian tubuh tertentu.

Pelaku harus mengosongkan diri, mengosongkan pikiran, jangan berpikir apapun, agar ‘gerbang’ kesadaran bisa terbuka (Ecstacy, Trance, ASC, Altered state of consciousness, Kerasukan, Get High, zou huo ru mo 走火入魔) yang seringkali menggunakan bantuan musik pagan dengan backbeat yang monoton dan berulang-ulang ataupun musik CCM (Contemporary Christian music) pada beberapa gereja atau dengan aromaterapi atau dengan bantuan postur tubuh tertentu pada yoga atau dengan gerakan tertentu berulang-ulang pada taichi.

https://id.wikipedia.org/wiki/Aktivitas_otak_dan_meditasi

Bahkan beberapa praktisi menggunakan bantuan rokok, racun tanaman atau binatang tertentu, obat-obatan legal (psikotropika, misalnya Marijuana yang sudah dilegalkan di banyak negara bagian Amerika) untuk mencapai ASC/trance tsb.

Dan praktisi yang paling ekstrim akan menghalalkan segala cara bahkan dengan obat-obatan ilegal untuk itu. Tentu saja ini tidak terjadi dalam sekejap mata. Proses demi proses terus dijalankan, mungkin langkah pertama hanya latihan postur saja. Mungkin selanjutnya dibantu pernapasan, dst. sehingga tanpa sadar (ibarat serangga terperangkap dalam bunga bangkai) orang terperosok kedalam okultisme pagan.

http://www.judeministries.org/downloads/cults.pdf

Sudah banyak kasus terjadi, orang-orang yang melakukan meditasi dan ‘berhasil’ terbuka gerbang ASC/trance mendapat ‘kunjungan’ dari tamu tak diundang. Bukannya ‘mengobati’ depresi, tetapi tamu tak diundang ini meneror mereka bahkan tidak sedikit yang bunuh diri karenanya.

Occult Invasion

Beberapa praktek okultisme pagan ini berhasil menyusup kedalam gereja dalam bentuk misalnya:

  • Lectio Divina,
  • Word of Faith,
  • Slain in the Spirit,
  • Holy Laughter,
  • Spiritual Formation,
  • Contemplative (Spirituality, Prayer, Meditation, etc.)
  • Interspirituality,
  • Native Spirituality, dsb.

https://store.josh.org/product/handbook-todays-religions/

Meditasi yang sia-sia

Ingat kata H1897 hagah dan G3191 meletaō yang paling banyak diterjemahkan KJV sebagai meditate?

Mengapa suku-suku bangsa meditasi perkara yang sia-sia?

Mazmur 2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
Kisah Para Rasul 4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Perhatikan perbedaan besarnya, meditasi Alkitabiah vs meditasi okultis pagan yang sia-sia dan bahkan bisa membawa celaka terjerumus dalam okultisme atau bahkan ada yang bunuh diri.

Meditasi Alkitabiah berfokus pada Firman Tuhan saja. Meditasi pagan berfokus pada kepentingan diri sendiri (for me) melalui benda-benda, alam, tubuh, kata-kata, mantra yang tidak dimengerti artinya, bahkan pada kekosongan.

Meditasi Alkitabiah fokus aktif memenuhi pikiran, merenung, mempelajari Firman Tuhan (fill the mind and spirit with God’s Word). Meditasi pagan pasif mengosongkan pikiran (empties the mind and spirit) agar pikiran bisa dikendalikan oleh entitas lain.

Waspadalah!
Entitas apakah dibalik meditasi sia-sia yang ingin mengendalikan pikiran anda?

Meditasi adalah aktif berpikir dengan membaca buku dan belajar!
Buku terbaik untuk dibaca dan dipelajari adalah Alkitab!

Kita bisa ajarkan anak-anak meditasi sejak dini misalnya mulai dengan menghapal 1 ayat Alkitab setiap minggu kemudian dibahas dalam family altar/chapel.

Ayat Alkitab adalah untuk dibaca, dihapal, dipelajari, dipikirkan, direnungkan, dan kemudian diterapkan dalam kehidupan kita.
Jangan menyalahgunakan ayat Alkitab sebagai mantra dengan mengulang-ulang tanpa pemikiran dan pengertian dan tanpa niat melaksanakannya.

Dan bagi anda yang masih mencari damai, terimalah Sang Raja Damai Yesus Kristus yang sudah mati untuk menebus dosamu!

Yesaya 48:22 “Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” firman TUHAN.
Yesaya 57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,” firman Allahku.