Kesalahan Menghitung

Kesalahan menghitung rakyat

2 Samuel 24:10. Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”

Kesalahan menghitung jemaat, persepuluhan, dsb.

Apa salahnya menghitung jumlah rakyat Israel?
Apa salahnya menghitung jumlah jemaat dalam Gereja?

Kadang-kadang orang terlalu merasa bangga dengan jumlah jemaat, seakan-akan karena usaha kerja keras merekalah maka jemaat bisa bertambah banyak.
Seakan-akan Gereja lain kurang bekerja keras sehingga jemaatnya sedikit.

Akibatnya adalah Gereja menjadi pengutus marketing, bukan penginjil.

Seakan-akan menabur itu tidak masuk hitungan, yang penting berapa tuaiannya.

Kesalahan utama adalah tidak memahami benar bahwa Tuhan sajalah yang menambahi, baik jumlah rakyat Israel maupun jumlah jemaat dalam Gereja.

2 Samuel 24:. Lalu berkatalah Yoab kepada raja: “Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?”

Kisah 2:
46. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47. sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Salah obyek perhitungan

2Raja 20
12. Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
13. Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

Apa hubungannya Raja Hizkia dengan menghitung? Dia kan tidak menghitung rakyat?
Raja Hizkia menghitung harta bendanya dan bahkan memamerkannya kepada bangsa lain. Mirip Daud, dia terlalu bangga sehingga lupa bahwa semuanya berasal dari Tuhan juga dan melupakan tugas utama bangsa Israel memberitakan keselamatan kepada segala bangsa.

Tugas utama menjadi Terang Dunia

Yes 49:6. “… Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Yoh 4:22. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Raja Hizkia seharusnya bukan menghitung apalagi memamerkan hartanya, tetapi memberitakan keselamatan seperti yang dilakukan Salomo.

Mat 12:42. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”

Demikian juga jemaat seharusnya tidak membanggakan ataupun membesarkan hal-hal duniawi, menghitung jumlah jemaat, jumlah persepuluhan, dst., tetapi seharusnya melakukan tugasnya yang pernah gagal dilakukan bangsa Yahudi, yaitu memberitakan keselamatan kepada dunia.

Jangan sampai kita ditegor karena lupa akan tugas utama kita.

Wahyu 3
1. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

Hitunglah benih yang sudah ditabur

Seorang marketing asuransi pernah membagikan tips yang sangat bagus, kurang lebih seperti ini:
Jangan hitung berapa orang yang sudah tandatangan polis asuransi, tapi hitung kamu sudah bicarakan dengan berapa orang dalam minggu ini.

Jemaat seharusnya tidak menghitung apalagi memamerkan hal-hal jasmani, tetapi yang harus dihitung adalah berapa banyak orang yang sudah mendengarkan Kabar Keselamatan didalam Yesus Kristus.

Kisah 19:
9. Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.
10. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Mudah-mudahan kita bisa mengatakan kepada Tuhan: Tuhan, semua orang kantor saya sudah mendengar Injil. Atau, Tuhan, semua orang Sunter atau orang Grogol atau orang Tanjung Priok atau Cengkareng, atau se-rt/rw atau desa/kampung saya sudah mendengar Injil.

Stress, Depresi, Agama Coca-Cola hingga Agama Opium

Matius
4. Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan memberikan rasa lapar dan haus supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan jasmaninya.

Mazmur 42
1. Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”
(42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
(42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Demikian juga Tuhan memberikan rasa stres dan depresi, yang adalah kelaparan dan kehausan rohani, supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan rohaninya, yaitu Alkitab, satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna dan tanpa salah!

Yohanes 6
35. Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
41. Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.”

Tidak ada manusia dilahirkan atheis dan/atau evolusionis.
Semua suku di seluruh dunia mempunyai ritual penyembahan. Semua manusia lapar dan haus rohani dan mencari pemuasan rohaninya dalam berbagai bentuk ritual penyembahan.

Untuk makanan dan minuman jasmani sangat banyak ragam macam-macam jenisnya. Dari berbagai macam makanan dan minuman tentu saja tidak semuanya baik dan menyehatkan. Bahkan mungkin lebih banyak makanan minuman yang tidak menyehatkan daripada yang menyehatkan.

Terlebih lagi minuman, seringkali orang lebih suka Coca-cola daripada air yang murni untuk melepaskan dahaganya. Memang saat diminum rasanya lebih segar, seperti iklannya, lebih ahh…
Tetapi, seperti yang juga sudah menjadi pengetahuan umum, minuman soda ternyata tidak melepaskan dahaga sama sekali. Bahkan sebaliknya, bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, apa yang terasa sekejap di dalam mulut sepertinya menyegarkan, ternyata menipu.

Demikian juga dengan makanan dan minuman bagi jiwa kita. Banyak buku filosofi dan psikologi menawarkan ‘solusi’ mengatasi stres dan depresi, makanan dan minuman yang rohani. Tetapi kita perlu sangat waspada dan berhati-hati, jangan sampai tertipu dengan damai yang palsu dan sementara. Seperti makanan lezat dan minuman yang rasanya menyegarkan, efek jangka panjangnya malah bisa memperparah penyakit.

Juga, agama-agama berlomba-lomba memberikan makanan yang, katanya, rohani dan menyegarkan jiwa. Bahkan ada yang mengaku nabi yang menuliskan kitab yang lebih sempurna, ternyata mengajarkan kekerasan untuk melampiaskan stres dan depresinya. Atau bahkan sampai melakukan bunuh diri sambil membunuh banyak orang juga, katanya akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal.

Waspada dan berhati-hatilah! Seperti Coca-cola yang memang terasa menyegarkan, tetapi jangka panjangnya memberikan efek sebaliknya, merusak. Demikian juga dengan Agama Coca-cola, bisa saja memberikan perasaaan damai sentosa untuk sementara waktu. Bahkan beberapa orang ‘kecanduan’ dengan ritual-ritual ibadah yang memberikan rasa damai yang palsu dan sementara. Seperti juga disebut dengan cukup tepat oleh Karl Marx, ” Die Religion … ist das Opium des Volkes,” (Religion is the opium of the people, Agama adalah opium bagi masyarakat.) Ya, banyak agama menjual ritual-ritual (yoga, meditasi, spiritualisme, puterin kotak, macam-macam gaya sembah, dsb.) yang memang bisa memberikan rasa tenang damai yang sementara. Seperti opium, orang-orang akan terus kembali lagi untuk melakukan ritual-ritual tersebut (bahkan, seperti opium, seringkali ritualnya harus dibayar sangat mahal) agar mendapatkan rasa tenang dan damai yang mereka inginkan.

Kolose 2
16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
17. semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
18. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
19. sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
20. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
21. jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
22. semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
23. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Firman Tuhan, mata air yang memancar terus

Alkitab saja satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna, yang tidak ada salah sama sekali. Alkitab saja yang akan menciptakan mata air kehidupan didalam hati setiap orang yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus yang sudah dikorbankan untuk dosanya.

Efesus 1
13. Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Yohanes 4
13. Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Jika anda sudah menerima Yesus Kristus yang menebus segala dosa kita diatas salib, maka hatimu akan dimeterai dengan Roh Kudus dan mata air yang memancar terus.

Jika orang percaya mulai stres, mungkin lupa dengan mata air yang dimilikinya maka berdoalah dan gali kembali mata airmu dengan membaca Alkitab satu-satunya Firman Tuhan.

Mazmur (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Yohanes 6
68. Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69. dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Yohanes 14:
25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
27. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Hubungan Antara Gereja Independen

Independensi adalah otonomi untuk mengatur rumah tangga sendiri tanpa supervisi atau otoritas dunia. Bukan sama sekali tanpa otoritas, tetapi tanpa otoritas dunia. Satu-satunya otoritas adalah Alkitab, satu-satunya firman Tuhan yang tidak ada salah.

Independensi Gereja tidak serta merta membuat Gereja terkucilkan tersendiri. Jemaat Perjanjian Baru memberikan contoh-contoh bagaimana Gereja saling mendukung pelayanan, baik secara materi maupun moril dan doktrinal.

Dalam hal dana, sebagian menganggap kebutuhan bantuan dana sebagai ketidak-mampuan untuk independen. Mungkin benar juga jika hanya dilihat dari sudut pandang materi. Juga, seringkali memang bantuan dana disertai juga sedikit tekanan doktrinal. Bahkan ada Gereja yang terang-terangan menuntut secara doktrinal untuk bantuan dana yang diberikan. Jadi berhati-hatilah dengan bantuan dana yang tidak jelas, apalagi dana tidak kudus, yang bukan dari umat yang sudah ditebus, dikuduskan, karena sangat mungkin dana tersebut membawa tuntutan doktrinal, baik terang-terangan ataupun secara tidak langsung menyebabkan kotbah menjadi lembek dan tidak berani menyatakan yang salah, bahkan tidak berani berikan traktat.

Di sisi lain, Gereja independen seringkali mendirikan benteng yang mengucilkan diri sendiri dari Gereja independen lain. Bahkan terkadang terdengar kabar ‘perebutan domba’, terutama ‘domba’ gemuk. Gereja takut ‘dombanya’ kecolongan. Padahal mereka lupa itu bukan ‘dombanya’, tetapi domba milik Sang Gembala Agung. Sehingga salah fokus, malah Gereja independen saling membentengi diri terhadap yang lain.

Akibatnya bukan hanya independen lagi, tetapi isolasi dan takut ketauan dapurnya.

Penting untuk selalu diingat, domba itu milik Sang Gembala Agung yang dititipkan. Terserah kepada Sang Gembala jika dombanya mau dipindah ke kandang lain.

Lebih penting lagi jangan sampai lupa, selama kita memberitakan Injil yang benar, maka musuh kita sama, Raja dan Tuhan kita sama.

Seharusnyalah Gereja-gereja independen saling menegor saling menasihati saling menguatkan.

Seharusnya juga jemaat yang ingin semakin benar semakin sempurna harus siap menerima tegoran dan siap selalu untuk berubah memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Memang mudah menegor orang. Tapi seringkali orang marah kalo ditegor. Biasanya marah itu wajar. Tetapi setelah marah baiknya perlu dipikirkan kembali apa yang lebih baik dan memperbaiki apa yang belum baik.

Disini letak perbedaan Cinta Kebenaran dan Cinta Buta.
Cinta Kebenaran setelah marah akan memperbaiki menjadi lebih baik lebih benar.
Cinta Buta biasanya cuman marah dan tidak ada tindak lanjut bahkan seringkali ngotot tidak mau memperbaiki. Atau, kalaupn memperbaiki mungkin hanya karna terpaksa.

2 Korintus 7
8. Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu–kendatipun untuk seketika saja lamanya–,
9. namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami.
10. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
11. Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.

Sekali lagi di ingat, musuh kita sama, Raja dan Tuhan kita sama!
Jangan gara-gara ditegor saja marah dan malah menganggap pasukan lain sebagai musuh dan saling menyerang dan musuh tinggal menonton dengan senang.

1Korintus 4:14. Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

Syarat Baptisan

Baptisan teramat sangat penting dalam menyaring agar tidak sembarangan orang menggabungkan diri kedalam jemaat, yang adalah Tubuh Kristus.

Jemaat yang benar tentu ingin Tubuh Kristus yang Kudus, sebisanya diadakan penyaringan agar hanya benar orang-orang yang sudah dikuduskan saja yang boleh menjadi anggota jemaat. Agar Tubuh Kristus tidak dicemari dengan orang-orang ‘baik’ yang belum dibenarkan dan dikuduskan.

Bertobat

Pertobatan seseorang bisa dinilai dari penyesalannya, pengakuan dosanya, dan harus terlihat pada buah pertobatannya.

Kalau maling tertangkap, biasanya itu bukan pertobatan, tapi kapok.

Matius 3:
6. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
10. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
12. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Percaya

Mark 1:15. kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ada juga kasus orang yang sudah benar-benar menyesali dosanya dan bertobat ingin dibebaskan dari dosa. Orang seperti ini tetap membutuhkan Injil yang memerdekakannya dari perhambaan dosa.

Untuk itu perlu iman, percaya, dengan segenap hati menerima berita Injil bahwa Yesus Kristus, Allah menjadi manusia hanya untuk dikorbankan untuk menebus segala dosanya.

Kisah Para Rasul 8
36. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?
37. Sahut Filipus: Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”

 

Bayangkan jika Yohanes dan para murid Yesus sembarangan membaptis orang-orang tanpa pertobatan. Jika demikian, kemungkinan besar harini Gereja hanya dipenuhi orang-orang ‘baik’ tanpa pertobatan. Tidak berbeda dengan kuil-kuil berhala yang orang-orangnya sangat giat melakukan kegiatan sosial.

Puji Tuhan, Yohanes dan para murid tidak sembarangan dan tidak mengejar / target jumlah jemaat.

Puji Tuhan, kini di Indonesia pun Jemaat Baptis sudah mulai mengadakan seleksi ketat dan tidak sembarangan membaptis dan mendirikan Gereja Kalimat Syahadat yang banyak terjadi diseluruh dunia.
https://denny.wordpress.com/2018/08/07/gereja-kalimat-syahadat-gereja-jaman-now/

Sehingga slogan ‘biar sedikit yang penting benar’ jangan menjadi slogan omong kosong saja, tetapi bisa dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Mudah-mudahan banyak Jemaat lain bisa mengikuti contoh teladan yang baik, mau berubah, terus belajar dan terus memperbaiki apa yang belum tepat dan menjaga Tubuh Kristus agar semakin Kudus dan tumbuh semakin sempurna.

Roma 12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Manusia rohani menilai segala sesuatu

1 Korintus 2:14-16 (TB) Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Jika anda melihat buku Kristen yang kelihatannya menarik, apa yang anda lakukan pertama kali? Membaca review? Daftar isi? Pengantar? Atau langsung baca isinya?

Biasanya saya selalu mulai dari biografi singkat pengarangnya. Biasanya hanya 1-2 halaman saja dan biasanya ada sedikit kesaksian bagaimana penulis mengenal kekristenan. Silakan dicoba di toko buku terdekat. Dari biografi yang sangat ringkas ini sangat sering kita bisa membuat penilaian tentang iman penulis, terutama apakah dia benar-benar sudah diselamatkan dilahirbarukan.

Ha? Bisa baca hati orang??

Tentu saja hati orang tidak mungkin bisa dibaca selain oleh Tuhan sendiri. Tetapi Tuhan bilang manusia rohani BISA menilai!

Apakah anda sudah manusia rohani? Jika iya, Roh Kudus akan memampukan anda menilai, misalnya suatu kesaksian, sangat sering sekali bisa langsung dinilai apakah imannya sudah benar atau ini orang karismatik atau orang kalvinis, dst.

Juga, seharusnya manusia rohani yang memiliki pikiran Kristus lebih memikirkan hal-hal rohani daripada duniawi. Misalnya pekerjaan Gereja tentu harus lebih fokus pada hal yang rohani daripada duniawi.

Pembangunan iman lebih diutamakan daripada pembangunan gedung. Misal, papan tulis sangat perlu untuk pembangunan iman, jadi seharusnya lebih penting daripada mempercantik gedung. Tapi jikalau gedung hampir roboh maka bisa menjadi prioritas karena lebih baik kebaktian di kuburan daripada dibawah gedung yang hampir roboh.

Setiap pekerjaan jemaat seharusnya dinilai diurutkan mana yang rohani, mana yang duniawi, mana yang hanya untuk kenyamanan atau penampilan saja.

Separasi: Menyembah dalam Roh dan Kebenaran

Obyek, Subyek, dan Cara penyembahan

Apa sajakah yang membedakan penyembahan yang benar?

Yohanes 4
23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Obyek yang disembah

Hanya TUHAN satu-satunya, Yang KUDUS dan Yang BENAR yang harus disembah!

Wahyu 3:7. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Subyek yang menyembah, mau dibenarkan dan dikuduskan

dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan

1Samuel 15:22. Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

Cara penyembahan yang benar

Sepanjang masa, obyek dan subyek dalam penyembahan adalah sama. Obyek yang disembah hanya satu-satunya TUHAN, Yang Kudus dan Yang Benar! Subyek yang menyembah adalah orang-orang yang mau dibenarkan menjadi orang kudus. Perbedaannya hanyalah pada cara penyembahan. Pada jaman PL, penyembahan dalam bentuk ibadah-ibadah simbolik, sedangkan pada jaman PB, penyembahan hakekat dalam Roh dan Kebenaran.

Beberapa macam kesalahan dalam penyembahan

a. Obyeknya salah, cara penyembahannya salah: agama dunia, pagan, atheis/selfis
b. Obyeknya salah, cara penyembahannya benar: Kel 22:20, 2Raja 17:35. jaman ibadah simbolik, mempersembahkan korban kepada allah lain, yang seharusnya kepada Tuhan
c. Obyeknya Tuhan Yang Benar, cara penyembahannya salah: Kain, Nadab, Abihu, “kristen” yang masih melakukan ibadah simbolik jasmaniah

Ingat kembali! Separasi bukan memisahkan diri dari orang/manusia yang salah, tetapi memisahkan diri dari (praktek) kesalahan itu sendiri. Jadi, separasi bukan isolasi! Tidak perlu pindah planet untuk menerapkan separasi.

https://is.gd/separasi

Sampai dimana kita melakukan separasi? Apakah hanya pada poin a, b atau c?
Mungkin pertanyaan yang lebih mudah adalah, apakah kita mau ikut terlibat dalam kesalahan Kain, Nadab dan Abihu?

Jemaat: Tumbuh itu kesamping, bukan keatas!

Mempelajari pertumbuhan sesawi yang sehat

Kalau anak yang sehat tidak tumbuh ke samping (gemuk) tetapi tumbuh ke atas (tinggi). Bagaimana pertumbuhan sesawi yang sehat?

https://id.wikipedia.org/wiki/Sesawi_hitam
Tanaman sesawi termasuk dalam kelompok kubis-kubisan (genus Brassica), satu kelompok dengan kubis, sawi, moster, brokoli, kailan, bok choy, caisim, dan sebagainya.
Tanaman sesawi adalah tanaman sayuran yang bijinya sekitar 1 mm dan tingginya sekitar 50-250 cm dan diameter batang kira-kira seukuran jari. Walaupun kadang kala di tanah yang subur dan banyak matahari, tingginya bisa mencapai 3 meter, tetapi biasanya batangnya cukup lunak dan bahkan biasanya dimasak bersama daunnya sebagai sayuran.
Tanaman sesawi sangat mudah dan sangat cepat bertumbuh dan menyebar luas hampir seperti semak belukar, bahkan di daerah gurun pasir sekalipun.

Mat 13:31. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
32. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

  • biji sesawi adalah biji yang paling kecil dari semua biji tanaman sayuran yang biasa ditanam di Israel pada masa itu
  • pada perumpamaan, sesawi tumbuh menjadi lebih besar dari pada sayuran lain
  • pertumbuhannya luar biasa bahkan menjadi pohon
  • burung-burung bersarang pada cabang-cabangnya
  • burung-burung tidak bisa bersarang pada sesawi yang masih normal dan tidak menjadi pohon
  • jadi ada sesuatu perubahan yang menyebabkan sesawi menjadi pohon dan burung-burung menjadi bisa bersarang
  • apakah perubahan sesawi menjadi pohon ini positif?
  • mengapakah burung-burung ini baru bersarang setelah sesawi menjadi pohon?
  • apakah keberadaan dan dampak dari burung-burung ini positif?
  • jika iya, dimanakah mereka saat sesawi baru mulai tumbuh hingga sebelum menjadi pohon?
  • jika keberadaan dan dampak burung-burung tersebut positif, mereka seharusnya membantu sejak dari awal penaburan benih
  • dalam perumpamaan lain Tuhan Yesus memperingatkan adanya benih yang jatuh di pinggir jalan dan langsung dimakan burung
  • sangat mungkin ini keluarga burung yang sama
  • tetapi disini burung tidak terang-terangan memakan benih
  • burung-burung ini menyusup bahkan bersarang – bagaikan kanker – setelah sesawi menjadi pohon
  • sesawi normal tidak tumbuh keatas menjadi pohon besar
  • sesawi normal tumbuh kesamping menyebar luas dengan cepat
  • bahkan di padang gurun, sesawi bisa tumbuh seperti semak kecil
  • terlebih di tanah yang subur, sesawi bisa sangat cepat menyebar luas seperti semak belukar besar
  • demikianlah jemaat yang normal sebaiknya tidak tumbuh ke atas menjadi pohon besar (mega church)
  • jemaat yang sehat menyebarluaskan benih Firman Tuhan, membangun sebanyak mungkin jemaat disekitarnya (tumbuh ke samping)
  • misi jemaat adalah membangun jemaat lain bagaikan sesawi yang menyebar luas menjadi seperti semak belukar

Sesawi Hitam