Meditasi Alkitabiah vs Pagan / Okultis

Banyak orang mencari ‘obat’ stress dan depresi dengan melakukan meditasi. Meditasi yang benar sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa rohani. Tetapi penting juga menyadari bahaya meditasi salah yang sudah dipengaruhi okultisme pagan. Salah satu bahaya nyata yang sering ditampilkan dalam film kungfu adalah zou huo ru mo (走火入魔).

Bagaimana mengetahui perbedaannya? Jangan mencoba-coba sebelum mengerti meditasi yang baik dan benar!

Meditasi Alkitabiah

Kata ‘meditate’ muncul 14 kali dalam 14 ayat dalam terjemahan KJV, 12 kali di PL dan 2 kali di PB.
Dalam PL, kata tersebut diterjemahkan dari kata Ibrani H1897 hagah 6 kali, H7878 siyach 5 kali, H7742 suwach 1 kali.
Dalam PB kata tersebut diterjemahkan dari kata Yunani G3191 meletaō 1 kali dan G4304 promeletaō – yang merupakan kata yang sama dengan awalan pro – 1 kali.

Kata H1897 hagah dalam TB diterjemahkan menjadi: menyebut-nyebut 4, merenungkan 3, memikirkan 2, redup 2, mengaduh 2, memberi suara 1, melahirkan 1, komat-kamit 1, mengatakan 1, melahirkannya 1, mengucapkan 1, mereka-reka 1, renungkanlah 1, merancangkan 1, menimbang-nimbang 1, suara 1, menggeram 1.

Kata H7878 siyach dalam TB diterjemahkan menjadi: merenungkan 7, percakapkanlah 2, merenung 2, ceriterakanlah 1, disapanya 1, bertuturlah 1, keluh kesahku 1, cemas 1, memikirkan 1, menjadi buah bibir 1, mengeluh 1, memikirkannya 1, kunyanyikan 1.

Kata G3191 meletaō dalam TB diterjemahkan menjadi: Perhatikanlah 1, mereka-reka perkara 1.

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Mazmur 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
(63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, — (63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
(77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.
119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.
119:23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:78 Biarlah orang-orang yang kurang ajar mendapat malu, karena mereka berlaku bengkok terhadap aku tanpa alasan; tetapi aku akan merenungkan titah-titah-Mu.
119:148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.

Secara konsisten, meditasi Alkitabiah berarti meluangkan waktu secara khusus untuk fokus merenungkan, memikirkan, mempelajari Firman Tuhan dengan menggunakan pikiran dan akal budi yang sehat. Memenuhi pikiran dan akal budi dengan Firman Tuhan.

Ini adalah salah satu praktek menerapkan perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap pikiran dan akal budi.

Mazmur 143:5 Aku teringat kepada hari-hari dahulu kala, aku merenungkan segala pekerjaan-Mu, aku memikirkan perbuatan tangan-Mu.

Meditasi Pagan dan Okultis

Dalam berbagai metode meditasi pagan (samādhi, transendental, yoga, taichi, hipnotis, pranayama, dsb.) pelaku diajarkan untuk fokus pada suatu benda atau beberapa kata (word of faith) atau mantra, atau fokus pada pernafasan atau pada gerakan tubuh atau pada otot atau bagian tubuh tertentu.

Pelaku harus mengosongkan diri, mengosongkan pikiran, jangan berpikir apapun, agar ‘gerbang’ kesadaran bisa terbuka (Ecstacy, Trance, ASC, Altered state of consciousness, Kerasukan, Get High, zou huo ru mo 走火入魔) yang seringkali menggunakan bantuan musik pagan dengan backbeat yang monoton dan berulang-ulang ataupun musik CCM (Contemporary Christian music) pada beberapa gereja atau dengan aromaterapi atau dengan bantuan postur tubuh tertentu pada yoga atau dengan gerakan tertentu berulang-ulang pada taichi.

https://id.wikipedia.org/wiki/Aktivitas_otak_dan_meditasi

Bahkan beberapa praktisi menggunakan bantuan rokok, racun tanaman atau binatang tertentu, obat-obatan legal (psikotropika, misalnya Marijuana yang sudah dilegalkan di banyak negara bagian Amerika) untuk mencapai ASC/trance tsb.

Dan praktisi yang paling ekstrim akan menghalalkan segala cara bahkan dengan obat-obatan ilegal untuk itu. Tentu saja ini tidak terjadi dalam sekejap mata. Proses demi proses terus dijalankan, mungkin langkah pertama hanya latihan postur saja. Mungkin selanjutnya dibantu pernapasan, dst. sehingga tanpa sadar (ibarat serangga terperangkap dalam bunga bangkai) orang terperosok kedalam okultisme pagan.

http://www.judeministries.org/downloads/cults.pdf

Sudah banyak kasus terjadi, orang-orang yang melakukan meditasi dan ‘berhasil’ terbuka gerbang ASC/trance mendapat ‘kunjungan’ dari tamu tak diundang. Bukannya ‘mengobati’ depresi, tetapi tamu tak diundang ini meneror mereka bahkan tidak sedikit yang bunuh diri karenanya.

Occult Invasion

Beberapa praktek okultisme pagan ini berhasil menyusup kedalam gereja dalam bentuk misalnya:

  • Lectio Divina,
  • Word of Faith,
  • Slain in the Spirit,
  • Holy Laughter,
  • Spiritual Formation,
  • Contemplative (Spirituality, Prayer, Meditation, etc.)
  • Interspirituality,
  • Native Spirituality, dsb.

https://store.josh.org/product/handbook-todays-religions/

Meditasi yang sia-sia

Ingat kata H1897 hagah dan G3191 meletaō yang paling banyak diterjemahkan KJV sebagai meditate?

Mengapa suku-suku bangsa meditasi perkara yang sia-sia?

Mazmur 2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
Kisah Para Rasul 4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Perhatikan perbedaan besarnya, meditasi Alkitabiah vs meditasi okultis pagan yang sia-sia dan bahkan bisa membawa celaka terjerumus dalam okultisme atau bahkan ada yang bunuh diri.

Meditasi Alkitabiah berfokus pada Firman Tuhan saja. Meditasi pagan berfokus pada kepentingan diri sendiri (for me) melalui benda-benda, alam, tubuh, kata-kata, mantra yang tidak dimengerti artinya, bahkan pada kekosongan.

Meditasi Alkitabiah fokus aktif memenuhi pikiran, merenung, mempelajari Firman Tuhan (fill the mind and spirit with God’s Word). Meditasi pagan pasif mengosongkan pikiran (empties the mind and spirit) agar pikiran bisa dikendalikan oleh entitas lain.

Waspadalah!
Entitas apakah dibalik meditasi sia-sia yang ingin mengendalikan pikiran anda?

Meditasi adalah aktif berpikir dengan membaca buku dan belajar!
Buku terbaik untuk dibaca dan dipelajari adalah Alkitab!

Kita bisa ajarkan anak-anak meditasi sejak dini misalnya mulai dengan menghapal 1 ayat Alkitab setiap minggu kemudian dibahas dalam family altar/chapel.

Ayat Alkitab adalah untuk dibaca, dihapal, dipelajari, dipikirkan, direnungkan, dan kemudian diterapkan dalam kehidupan kita.
Jangan menyalahgunakan ayat Alkitab sebagai mantra dengan mengulang-ulang tanpa pemikiran dan pengertian dan tanpa niat melaksanakannya.

Dan bagi anda yang masih mencari damai, terimalah Sang Raja Damai Yesus Kristus yang sudah mati untuk menebus dosamu!

Yesaya 48:22 “Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” firman TUHAN.
Yesaya 57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,” firman Allahku.

Ayat Bukti Keilahian Yesus: Bapa lebih besar dari pada Aku.

Yoh 14:28 … Bapa lebih besar dari pada Aku

Bukankah ayat ini yang dipakai rusellite (yang mengaku saksi Yehovah) untuk membuktikan bahwa Yesus bukan Allah Yang Maha Perkasa?
Bagaimana mungkin ayat ini membuktikan keilahian Yesus?

Bagaimana kalau saya rakyat jelata biasa mengucapkan kata ini: Presiden lebih besar dari saya.
Rasanya orang-orang akan melihat saya dengan aneh, mungkin akan ada yang menyahut: “Emangnya kamu posisinya apa? Emangnya pejabat tinggi? Kok perbandingannya Presiden? Jangan-jangan mau kudeta?”

Tidak ada satupun orang benar yang berani membandingkan dirinya dengan Allah. Semua nabi besar dan kecil, tua dan muda, melihat dirinya sendiri sebagai debu tanah, ulat (Ayub 25:6), bunga, rumput (Maz 103:15-16), kain kotor (Yesaya 64:6). Bahkan yang paling dikasihi Tuhan sekalipun, tidak ada seorangpun yang berani membandingkan dirinya dengan Allah Yang Mahatinggi.

Siapa yang membandingkan diri dengan Allah?

Yesaya 14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Iblis! Iblis-lah yang membandingkan dirinya dengan Allah, bahkan ingin menyamai Yang Mahatinggi!
Dan tipuan iblis pertama dan yang terbesar adalah supaya manusia mengikuti jejaknya, mau menyamai Allah, mau menjadi seperti Allah!

Kejadian 3:4. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Jika Yesus berani membandingkan dirinya dengan Allah yang Mahatinggi, ada beberapa kemungkinan.

  • Yesus adalah Iblis, atau
  • Yesus ditipu Iblis, atau

Yesus adalah Tuhan dan Allah

Jelas Yesus bukan Iblis ataupun saudara Lucifer seperti yang dituduhkan Mormon yang mengaku sebagai orang kudus akhir zaman. Jelas juga Yesus tidak termasuk yang percaya tipuan Iblis bahwa manusia akan (terus reinkarnasi dan akhirnya) menjadi seperti Allah.

Jelas Yesus mengenal Allah Bapa Yang Mahatinggi! Dan Yesus berani membandingkan diriNya dengan Yang Mahatinggi!

Mungkinkah Yesus suatu ‘allah’ kecil seperti yang diajarkan rusellite? Suatu allah yang perkasa tapi bukan Yang Maha Perkasa?

Jika ini benar, maka Kristen adalah agama politeis dengan banyak allah. Padahal Yesus menegaskan kembali ke-esa-an Allah!

Ulangan 6:4. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Markus 12:29. Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Orang-orang Yahudi pada masa itu paling mengerti pandangan Yesus mengenai diriNya sendiri. Orang Yahudi sangat mengerti ke-esa-an Allah dan dengan mengaku Anak Allah maka Yesus memposisikan diriNya setara Allah.

Yohanes 10:33. Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.

Saat orang Yahudi menuduhkan Yesus menyamakan diriNya dengan Allah, Yesus sama sekali tidak membantah. Kalau saja Yesus mau mengatakan bahwa Dia bukan Allah, tentu Dia tidak akan disalibkan karena menghujat Allah.

Bahkan Rasul Yohanes pun mengerti dari klaim Yesus sebagai Anak Allah dan dari otoritas Yesus atas dosa, atas angin, laut, tumbuhan, binatang, bahkan Yesus mengacak-acak pedagang didalam Bait-Nya, bahkan Yesus merombak hukum Taurat (Matius 5), bahkan meniadakan hari Sabat, menghalalkan semua makanan, dsb. Semua otoritas itu adalah otoritas Allah sendiri.

Yohanes 5:18. Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Tuhan Yesus setara Allah Bapa, Allah Tritunggal Yang Esa

Filipi 2:
5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11. dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Kebenaran dan Ketaatan

Matius 23:3. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Kebenaran dan ketaatan HARUS dipaket menjadi satu kesatuan dan tidak boleh dipisahkan.

Kebenaran tanpa ketaatan adalah seperti iman yang benar tanpa perbuatan yang benar. Orang yang hanya mendengarkan saja tetapi tidak melakukannya. Seperti tubuh tanpa roh. Seperti orang bodoh mendirikan rumah diatas pasir. Seperti pendengar yang menipu diri sendiri.

Seperti banyak orang ‘kristen’ yang mengaku percaya dan bahkan menyembah Yesus sebagai Tuhan yang benar. Tetapi tidak mau mentaati perintahNya, misalnya bagaimana baptisan yang benar, bagaimana lagu yang menyenangkan Tuhan, bagaimana dana persembahan yang kudus hanya dari jemaat, separasi, dst.

Bukan orang ‘kristen’ yang mengaku percaya dan memanggil Yesus sebagai Tuhan yang diselamatkan, tetapi yang mendapatkan kebenaran, menerima iman yang benar dan menunjukkan imannya dengan perbuatan.

Matius 7: 21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
24. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
26. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
12:50. Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Yakobus 1:22. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
2:26. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Ketaatan menunjukkan iman dan kasih

Bukan jemaat yang mengaku-ngaku mengasihi Tuhan yang benar-benar mengasihi Tuhan!
Tetapi jemaat yang taat-lah yang benar-benar mengasihi Tuhan!

Yohanes 14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
14:21. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Tetapi penting juga diperhatikan urutannya.
Tentu saja kita harus mendapatkan kebenaran terlebih dahulu sebelum mentaatinya.

Pertama, mendengar, mendapatkan kebenaran, lalu menerima kebenaran itu, lalu melakukannya dengan tekun, menerapkannya dalam kehidupannya, lalu tekun memberitakan kebenaran agar banyak orang bisa ikut mendapatkan kebenaran itu.

Banyak orang berhenti pada salah satu titik tidak melanjutkan, tidak melakukan, tidak menerapkan kebenaran atau tidak memberitakan, dst.

Tanpa kebenaran maka ketaatan bisa menjadi kesalahan bahkan kesesatan.

Seperti orang-orang Farisi yang taat melakukan ritual-ritual ibadah dengan benar tetapi tidak mau memahami hakekat ibadah simbolik dibaliknya dan bahkan menolak kedatangan Mesias yang menggenapi hukum Taurat.

Bayangkan orang mentaati kitab yang memerintahkan untuk membunuh semua orang yang tidak seiman dengannya. Akibatnya bisa kita lihat sendiri dari berita-berita pembunuhan di banyak negara timur tengah atau di Asia, seperti Pakistan. Bahkan ada yang membunuh kakak/adik bahkan anaknya sendiri dan menyebutnya sebagai ‘honor killing‘ (pembunuhan demi kehormatan keluarga). Adakah kehormatan dalam pembunuhan? Tapi kasus-kasus seperti itu adalah sah, legal, bahkan memang diperintahkan di banyak negara timur tengah. Sehingga pelaku tidak akan dihukum.

Jadi dari ketaatan itu kita bisa ‘melihat’ iman dan kasih seseorang apakah obyeknya sudah benar atau tidak.
Obyek ketaatan yang benar tidak akan menghasilkan percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Tetapi obyek ketaatan yang benar akan menghasilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Buah Roh, Galatia 5)

Galatia 5:16. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
17. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Janganlah cuman mengaku-ngaku ‘saya percaya,’ ‘saya mengasihi Tuhan,’ dst.
Jangan pula berhenti pada titik ‘saya sudah mendapatkan kebenaran.’
Tuhan mau kita menunjukkan iman dan kasih kita dengan ketaatan dan ketekunan!

Tuhan Yesus memberkati!

Menjadi Gereja Sempurna

Tidak ada gereja yang sempurna.
— kata orang

Bahkan, saat saya bertobat dan mencari ‘gereja sempurna’ saya diberitau:

.. kalau ada gereja sempurna dan kamu masuk situ, maka gereja itu menjadi tidak sempurna lagi
— kata orang

Permasalahannya adalah pada definisi ‘sempurna’ yang ada dipikiran orang itu tidak sesuai dengan kesempurnaan yang Tuhan inginkan.

Kalau saja saya menuruti petunjuk ‘tidak ada gereja sempurna’ maka tentu saya masih di gereja katolik yang cacat total.
Salah satu sebab teknik ini banyak dan sering digunakan adalah untuk menahan orang untuk mencari dan untuk menjadi sempurna.

Efesus 5:
24. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Dalam surat Paulus kepada jemaat Efesus, Tuhan mengajarkan paralel hubungan suami istri meniru pola hubungan Kristus dengan jemaatNya. Bagaimana suami harus mengasihi istri seperti Kristus mengasihi dan memberikan nyawaNya bagi jemaat dan bagaimana istri harus tunduk seperti jemaat (seharusnya) tunduk kepada Kristus.

Disini juga Tuhan memberikan petunjuk bagaimana menjadi jemaat yang sempurna, cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, kudus dan tidak bercela.

Pertama, jelas bahwa jemaat seharusnya tunduk kepada Kristus, yaitu dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, memberitakan InjilNya.

Yohanes 14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

15. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

21. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
22. Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”
23. Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Jadi, jangan ngaku-ngaku tunduk atau taat atau mengasihi Tuhan jikalau takut memberitakan InjilNya atau takut ditolak atau takut tidak ada yang menerima.

Penting dicatat dan diingat kembali supaya jangan salah perhitungan. Jangan pernah menghitung berapa orang yang sudah bertobat dari pemberitaan jemaat! Hitunglah berapa orang yang sudah mendengar Injil yang benar dari jemaat!

Pekerjaan utama Tuhan adalah memberitakan Injil. Itulah pekerjaan yang harus dilakukan jemaat. Memberitakan, berarti bisa ada yang percaya dan ada yang tidak percaya. Seperti juga menjala, bisa dapat ikan dan bisa juga tidak mendapat. Seperti menabur benih, bisa tumbuh dan bisa juga tidak tumbuh.

Apakah karna takut tidak mendapat ikan lalu nelayan mogok kerja dan tidak mau menjala? Takut panen gagal lalu petani tidak mau menabur? Takut ditolak lalu tidak mau memberitakan Injil?

Mark 4:27. lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
28. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Jadi, bukan urusan jemaat untuk mengetahui apakah benih itu bertunas atau gagal panen, itu pekerjaan Roh Kudus. Pekerjaan jemaat hanyalah menaburkan benih saja. Bunkan urusan jemaat apakah jala yang ditebarkan akan mendapatkan ikan atau tidak. Pekerjaan jemaat hanyalah menabur saja.

Jangan berusaha mengambil alih pekerjaan Roh Kudus.

Kedua yang sama pentingnya terus diingat dan dicatat adalah Yesus sajalah yang menguduskan dan menyucikan dengan firmanNya. Orang dunia berusaha menguduskan dan menyucikan diri dengan amal ibadahnya, tetapi orang yang DIbenarkan hanya berharap kepada Tuhan Yesus saja yang sanggup menyucikan dan menguduskan jemaatNya.

Dan ujung-ujungnya ini pun kembali kepada ketundukan dan ketaatan. Orang yang MAU DIkuduskan dan DIsucikan dengan firman Kristus, bukan sekadar mendengar saja, tetapi menjadi pelaku firmanNya.

2 Tim 2:21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

1 Pet 1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Ketiga, kata kuncinya adalah “MENJADI”. Kata “menjadi” mengimplikasikan suatu proses untuk menjadi sempurna.

Mat 5:48 Oleh karena itu, hendaklah kamu MENJADI sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga adalah sempurna.
— Kitab Suci Indonesia Literal Translation

Semua ini pun ujung-ujungnya kembali kepada ketaatan melaksanakan firmanNya, terutama pemberitaan InjilNya yang berkuasa menyelamatkan dunia dari hukuman kekal api neraka.

Kesalahan Menghitung

Kesalahan menghitung rakyat

2 Samuel 24:10. Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”

Kesalahan menghitung jemaat, persepuluhan, dsb.

Apa salahnya menghitung jumlah rakyat Israel?
Apa salahnya menghitung jumlah jemaat dalam Gereja?

Kadang-kadang orang terlalu merasa bangga dengan jumlah jemaat, seakan-akan karena usaha kerja keras merekalah maka jemaat bisa bertambah banyak.
Seakan-akan Gereja lain kurang bekerja keras sehingga jemaatnya sedikit.

Akibatnya adalah Gereja menjadi pengutus marketing, bukan penginjil.

Seakan-akan menabur itu tidak masuk hitungan, yang penting berapa tuaiannya.

Kesalahan utama adalah tidak memahami benar bahwa Tuhan sajalah yang menambahi, baik jumlah rakyat Israel maupun jumlah jemaat dalam Gereja.

2 Samuel 24:. Lalu berkatalah Yoab kepada raja: “Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?”

Kisah 2:
46. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47. sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Salah obyek perhitungan

2Raja 20
12. Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
13. Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

Apa hubungannya Raja Hizkia dengan menghitung? Dia kan tidak menghitung rakyat?
Raja Hizkia menghitung harta bendanya dan bahkan memamerkannya kepada bangsa lain. Mirip Daud, dia terlalu bangga sehingga lupa bahwa semuanya berasal dari Tuhan juga dan melupakan tugas utama bangsa Israel memberitakan keselamatan kepada segala bangsa.

Tugas utama menjadi Terang Dunia

Yes 49:6. “… Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Yoh 4:22. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Raja Hizkia seharusnya bukan menghitung apalagi memamerkan hartanya, tetapi memberitakan keselamatan seperti yang dilakukan Salomo.

Mat 12:42. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”

Demikian juga jemaat seharusnya tidak membanggakan ataupun membesarkan hal-hal duniawi, menghitung jumlah jemaat, jumlah persepuluhan, dst., tetapi seharusnya melakukan tugasnya yang pernah gagal dilakukan bangsa Yahudi, yaitu memberitakan keselamatan kepada dunia.

Jangan sampai kita ditegor karena lupa akan tugas utama kita.

Wahyu 3
1. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

Hitunglah benih yang sudah ditabur

Seorang marketing asuransi pernah membagikan tips yang sangat bagus, kurang lebih seperti ini:
Jangan hitung berapa orang yang sudah tandatangan polis asuransi, tapi hitung kamu sudah bicarakan dengan berapa orang dalam minggu ini.

Jemaat seharusnya tidak menghitung apalagi memamerkan hal-hal jasmani, tetapi yang harus dihitung adalah berapa banyak orang yang sudah mendengarkan Kabar Keselamatan didalam Yesus Kristus.

Kisah 19:
9. Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.
10. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Mudah-mudahan kita bisa mengatakan kepada Tuhan: Tuhan, semua orang kantor saya sudah mendengar Injil. Atau, Tuhan, semua orang Sunter atau orang Grogol atau orang Tanjung Priok atau Cengkareng, atau se-rt/rw atau desa/kampung saya sudah mendengar Injil.

Stress, Depresi, Agama Coca-Cola hingga Agama Opium

Matius
4. Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan memberikan rasa lapar dan haus supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan jasmaninya.

Mazmur 42
1. Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”
(42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
(42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Demikian juga Tuhan memberikan rasa stres dan depresi, yang adalah kelaparan dan kehausan rohani, supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan rohaninya, yaitu Alkitab, satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna dan tanpa salah!

Yohanes 6
35. Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
41. Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.”

Tidak ada manusia dilahirkan atheis dan/atau evolusionis.
Semua suku di seluruh dunia mempunyai ritual penyembahan. Semua manusia lapar dan haus rohani dan mencari pemuasan rohaninya dalam berbagai bentuk ritual penyembahan.

Untuk makanan dan minuman jasmani sangat banyak ragam macam-macam jenisnya. Dari berbagai macam makanan dan minuman tentu saja tidak semuanya baik dan menyehatkan. Bahkan mungkin lebih banyak makanan minuman yang tidak menyehatkan daripada yang menyehatkan.

Terlebih lagi minuman, seringkali orang lebih suka Coca-cola daripada air yang murni untuk melepaskan dahaganya. Memang saat diminum rasanya lebih segar, seperti iklannya, lebih ahh…
Tetapi, seperti yang juga sudah menjadi pengetahuan umum, minuman soda ternyata tidak melepaskan dahaga sama sekali. Bahkan sebaliknya, bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, apa yang terasa sekejap di dalam mulut sepertinya menyegarkan, ternyata menipu.

Demikian juga dengan makanan dan minuman bagi jiwa kita. Banyak buku filosofi dan psikologi menawarkan ‘solusi’ mengatasi stres dan depresi, makanan dan minuman yang rohani. Tetapi kita perlu sangat waspada dan berhati-hati, jangan sampai tertipu dengan damai yang palsu dan sementara. Seperti makanan lezat dan minuman yang rasanya menyegarkan, efek jangka panjangnya malah bisa memperparah penyakit.

Juga, agama-agama berlomba-lomba memberikan makanan yang, katanya, rohani dan menyegarkan jiwa. Bahkan ada yang mengaku nabi yang menuliskan kitab yang lebih sempurna, ternyata mengajarkan kekerasan untuk melampiaskan stres dan depresinya. Atau bahkan sampai melakukan bunuh diri sambil membunuh banyak orang juga, katanya akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal.

Waspada dan berhati-hatilah! Seperti Coca-cola yang memang terasa menyegarkan, tetapi jangka panjangnya memberikan efek sebaliknya, merusak. Demikian juga dengan Agama Coca-cola, bisa saja memberikan perasaaan damai sentosa untuk sementara waktu. Bahkan beberapa orang ‘kecanduan’ dengan ritual-ritual ibadah yang memberikan rasa damai yang palsu dan sementara. Seperti juga disebut dengan cukup tepat oleh Karl Marx, ” Die Religion … ist das Opium des Volkes,” (Religion is the opium of the people, Agama adalah opium bagi masyarakat.) Ya, banyak agama menjual ritual-ritual (yoga, meditasi, spiritualisme, puterin kotak, macam-macam gaya sembah, dsb.) yang memang bisa memberikan rasa tenang damai yang sementara. Seperti opium, orang-orang akan terus kembali lagi untuk melakukan ritual-ritual tersebut (bahkan, seperti opium, seringkali ritualnya harus dibayar sangat mahal) agar mendapatkan rasa tenang dan damai yang mereka inginkan.

Kolose 2
16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
17. semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
18. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
19. sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
20. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
21. jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
22. semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
23. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Firman Tuhan, mata air yang memancar terus

Alkitab saja satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna, yang tidak ada salah sama sekali. Alkitab saja yang akan menciptakan mata air kehidupan didalam hati setiap orang yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus yang sudah dikorbankan untuk dosanya.

Efesus 1
13. Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Yohanes 4
13. Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Jika anda sudah menerima Yesus Kristus yang menebus segala dosa kita diatas salib, maka hatimu akan dimeterai dengan Roh Kudus dan mata air yang memancar terus.

Jika orang percaya mulai stres, mungkin lupa dengan mata air yang dimilikinya maka berdoalah dan gali kembali mata airmu dengan membaca Alkitab satu-satunya Firman Tuhan.

Mazmur (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Yohanes 6
68. Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69. dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Yohanes 14:
25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
27. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Hubungan Antara Gereja Independen

Independensi adalah otonomi untuk mengatur rumah tangga sendiri tanpa supervisi atau otoritas dunia. Bukan sama sekali tanpa otoritas, tetapi tanpa otoritas dunia. Satu-satunya otoritas adalah Alkitab, satu-satunya firman Tuhan yang tidak ada salah.

Independensi Gereja tidak serta merta membuat Gereja terkucilkan tersendiri. Jemaat Perjanjian Baru memberikan contoh-contoh bagaimana Gereja saling mendukung pelayanan, baik secara materi maupun moril dan doktrinal.

Dalam hal dana, sebagian menganggap kebutuhan bantuan dana sebagai ketidak-mampuan untuk independen. Mungkin benar juga jika hanya dilihat dari sudut pandang materi. Juga, seringkali memang bantuan dana disertai juga sedikit tekanan doktrinal. Bahkan ada Gereja yang terang-terangan menuntut secara doktrinal untuk bantuan dana yang diberikan. Jadi berhati-hatilah dengan bantuan dana yang tidak jelas, apalagi dana tidak kudus, yang bukan dari umat yang sudah ditebus, dikuduskan, karena sangat mungkin dana tersebut membawa tuntutan doktrinal, baik terang-terangan ataupun secara tidak langsung menyebabkan kotbah menjadi lembek dan tidak berani menyatakan yang salah, bahkan tidak berani berikan traktat.

Di sisi lain, Gereja independen seringkali mendirikan benteng yang mengucilkan diri sendiri dari Gereja independen lain. Bahkan terkadang terdengar kabar ‘perebutan domba’, terutama ‘domba’ gemuk. Gereja takut ‘dombanya’ kecolongan. Padahal mereka lupa itu bukan ‘dombanya’, tetapi domba milik Sang Gembala Agung. Sehingga salah fokus, malah Gereja independen saling membentengi diri terhadap yang lain.

Akibatnya bukan hanya independen lagi, tetapi isolasi dan takut ketauan dapurnya.

Penting untuk selalu diingat, domba itu milik Sang Gembala Agung yang dititipkan. Terserah kepada Sang Gembala jika dombanya mau dipindah ke kandang lain.

Lebih penting lagi jangan sampai lupa, selama kita memberitakan Injil yang benar, maka musuh kita sama, Raja dan Tuhan kita sama.

Seharusnyalah Gereja-gereja independen saling menegor saling menasihati saling menguatkan.

Seharusnya juga jemaat yang ingin semakin benar semakin sempurna harus siap menerima tegoran dan siap selalu untuk berubah memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Memang mudah menegor orang. Tapi seringkali orang marah kalo ditegor. Biasanya marah itu wajar. Tetapi setelah marah baiknya perlu dipikirkan kembali apa yang lebih baik dan memperbaiki apa yang belum baik.

Disini letak perbedaan Cinta Kebenaran dan Cinta Buta.
Cinta Kebenaran setelah marah akan memperbaiki menjadi lebih baik lebih benar.
Cinta Buta biasanya cuman marah dan tidak ada tindak lanjut bahkan seringkali ngotot tidak mau memperbaiki. Atau, kalaupn memperbaiki mungkin hanya karna terpaksa.

2 Korintus 7
8. Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namun aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa surat itu menyedihkan hatimu–kendatipun untuk seketika saja lamanya–,
9. namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami.
10. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
11. Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar, bahkan pembelaan diri, kejengkelan, ketakutan, kerinduan, kegiatan, penghukuman! Di dalam semuanya itu kamu telah membuktikan, bahwa kamu tidak bersalah di dalam perkara itu.

Sekali lagi di ingat, musuh kita sama, Raja dan Tuhan kita sama!
Jangan gara-gara ditegor saja marah dan malah menganggap pasukan lain sebagai musuh dan saling menyerang dan musuh tinggal menonton dengan senang.

1Korintus 4:14. Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.