Separasi: Menyembah dalam Roh dan Kebenaran

Obyek, Subyek, dan Cara penyembahan

Apa sajakah yang membedakan penyembahan yang benar?

Yohanes 4
23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Obyek yang disembah

Hanya TUHAN satu-satunya, Yang KUDUS dan Yang BENAR yang harus disembah!

Wahyu 3:7. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Subyek yang menyembah, mau dibenarkan dan dikuduskan

dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan

1Samuel 15:22. Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

Cara penyembahan yang benar

Sepanjang masa, obyek dan subyek dalam penyembahan adalah sama. Obyek yang disembah hanya satu-satunya TUHAN, Yang Kudus dan Yang Benar! Subyek yang menyembah adalah orang-orang yang mau dibenarkan menjadi orang kudus. Perbedaannya hanyalah pada cara penyembahan. Pada jaman PL, penyembahan dalam bentuk ibadah-ibadah simbolik, sedangkan pada jaman PB, penyembahan hakekat dalam Roh dan Kebenaran.

Beberapa macam kesalahan dalam penyembahan

a. Obyeknya salah, cara penyembahannya salah: agama dunia, pagan, atheis/selfis
b. Obyeknya salah, cara penyembahannya benar: Kel 22:20, 2Raja 17:35. jaman ibadah simbolik, mempersembahkan korban kepada allah lain, yang seharusnya kepada Tuhan
c. Obyeknya Tuhan Yang Benar, cara penyembahannya salah: Kain, Nadab, Abihu, “kristen” yang masih melakukan ibadah simbolik jasmaniah

Ingat kembali! Separasi bukan memisahkan diri dari orang/manusia yang salah, tetapi memisahkan diri dari (praktek) kesalahan itu sendiri. Jadi, separasi bukan isolasi! Tidak perlu pindah planet untuk menerapkan separasi.

https://is.gd/separasi

Sampai dimana kita melakukan separasi? Apakah hanya pada poin a, b atau c?
Mungkin pertanyaan yang lebih mudah adalah, apakah kita mau ikut terlibat dalam kesalahan Kain, Nadab dan Abihu?

Iklan

Separasi Tanpa Kompromi dan Bukan Isolasi

Tuhan perintahkan umatNya untuk separasi.

Belum lewat seminggu kematian penginjil legendaris yang sangat berdampak (buruk) bagi dunia. Billy Graham meninggal tanggal 21 Feb 2018, meninggalkan pelajaran yang sangat penting bagi Kekristenan agar kita tidak ikut terperosok dalam lereng licin ekumenisme.

http://graphe-ministry.org/articles/category/ekumenisme/

1Korintus 5:10. Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.

Kita tidak disuruh mengisolasi diri dan pindah ke planet lain! Tetapi separasi yang tegas dan tanpa kompromi dalam membedakan yang kudus dan yang tidak kudus, apalagi yang najis.

https://is.gd/separasi

Dimana letak perbedaan isolasi dan separasi?
Isolasi menutup diri, jemaat dan juga pintu penginjilan sehingga jemaat gagal melaksanakan amanat agung.

Separasi yang tegas adalah perintah Tuhan dan tidak menutup pintu penginjilan, tetap menjadi garam dan terang dunia, memberitakan Kasih Yang Maha Besar yang telah menebus dosa seluruh dunia.

Segala urusan dengan Tuhan haruslah kudus.

Jemaat kudus yang terdiri dari orang-orang yang sudah dikuduskan oleh penebusan Kristus dan tidak dinajiskan oleh hal-hal yang tidak kudus.

Contoh, mengapa sangat banyak media-media koservatif di Amerika tidak mau mendirikan yayasan? Karena mereka tidak mau menerima dana pemerintah. Karena mereka tahu dengan pasti bahwa sumber dana memberikan dampak besar yang bahkan bisa berdampak kepada konten/isi berita yang mereka publikasikan.
Media konservatif bisa memberikan kritik yang jujur tanpa kompromi adalah karena mereka melakukan separasi dengan tidak menerima dana pemerintah sehingga mereka tidak perlu takut berita yang mereka publikasi akan berdampak pada pemasukan dana mereka.
Mengapa media konservatif bisa memahami dampak besar ini?
(Clue: sebagian besar media konservatif dibangun oleh orang-orang Kristen)

Tetapi anehnya jemaat alkitabiah kesulitan memahami dampak besar sumber dana yang tidak kudus.

1Timotius 6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Tuhan sudah memberikan peringatan keras akan dampak uang ini. Jangan sampai kita mengabaikan peringatan Tuhan mengatakan ‘saya tidak begitu’ dan sengaja menceburkan diri kita kedalam pencobaan.

Sangat amat penting jemaat mengerti dengan benar dampak dari sumber dana supaya jangan ada dana yang tidak kudus menyusup bagaikan ragi, perlahan dan pasti akan bisa membelokkan doktrin.

Menggunakan yang tidak kudus dalam segala yang berhubungan dengan Tuhan adalah pelanggaran yang besar. Pelanggaran yang sama dilakukan Kain mempersembahkan korban yang tidak menguduskan. Korah yang tidak dikuduskan sebagai imam. Nadab dan Abihu yang membakar api asing (tidak kudus) dihadapan Tuhan. Uza yang menyentuh Tabut Kudus.

Bukan hanya niat baik saja, Tuhan menuntut semua yang berhubungan denganNya adalah kudus.
Apa yang tidak kudus menjadi najis jika berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kudus.

Apakah dana najis itu sudah sedemikian besar sehingga penginjilan akan terhenti tanpa dana itu? Mengapakah harus menggantungkan diri pada sumber dana yang tidak kudus? Apakah berkat Tuhan kurang melimpah sehingga masih mengharapkan sumber yang tidak kudus?

Pertanyaan:
– bagaimana kalau saya punya rumah sakit dan orang berbagai agama datang berobat?
– bagaimana kalau bisnis saya jasa penguburan dengan berbagai ragam ibadah?
– bagaimana kalau teman saya datang ke rumah pas tepat jam ibadahnya dan mau menumpang tempat?

lebih lengkap mengenai obyek separasi, garis tegas separasi, klik:
https://is.gd/separasi

Separasi: Membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis

Imamat 10:10. Haruslah kamu dapat membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis,

Zaman Ibadah Simbolik

Pada zaman ibadah simbolik agak lebih mudah dan lebih jelas membedakan apa yang kudus dan tidak kudus, apa yang najis dan tidak najis.

Makanan

Misalnya makanan tertentu menjadi simbol haram (najis) sedangkan makanan lain netral (tidak najis).
Lalu, makanan dari hasil persembahan korban adalah kudus (bagian untuk imam yang dikuduskan) sedangkan makanan lainnya netral (tidak kudus, asal tidak najis).

Ulangan 15:19. “Segala anak sulung jantan yang lahir di antara lembu sapimu dan kambing dombamu, haruslah kaukuduskan bagi TUHAN, Allahmu; janganlah engkau memakai anak sulung lembumu, dan janganlah engkau menggunting bulu anak sulung dombamu.
20. Di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau harus memakan dagingnya tahun demi tahun di tempat yang akan dipilih TUHAN, engkau ini dan seisi rumahmu.
21. Tetapi apabila ada cacatnya, jika timpang atau buta, bahkan cacat apapun yang buruk, maka janganlah engkau menyembelihnya bagi TUHAN, Allahmu.
22. Di dalam tempatmu boleh engkau, baik orang najis maupun orang tahir, memakan dagingnya, seperti daging kijang atau daging rusa.
23. Hanya darahnya janganlah kaumakan; haruslah kaucurahkan ke tanah seperti air.”

Maleakhi 1:8. Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Contoh yang lebih detilnya diatas, binatang yang cacat itu boleh dimakan (tidak najis, tidak kudus, ayat 22) sehingga boleh dimakan, tetapi jika binatang cacat ini dipersembahkan sebagai korban maka itu menjadi najis.

Pakaian

Kemudian, untuk pakaian, ada pakaian tertentu yang dilarang (najis) sedangkan pakaian lain netral (tidak najis)

Ulangan 22:5. “Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.

Sedangkan tugas dalam jabatan imam harus menggunakan pakaian tertentu (kudus) yang tidak boleh dipakai diluar tugas jabatannya.

Keluaran 28:2. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.
3. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.
4. Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.

Minyak Urapan

Keluaran 30:22. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
23. “Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal,
24. dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin.
25. Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.
26. Haruslah engkau mengurapi dengan itu Kemah Pertemuan dan tabut hukum,
27. meja dengan segala perkakasnya, kandil dengan perkakasnya, dan mezbah pembakaran ukupan;
28. mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya.
29. Haruslah kaukuduskan semuanya, sehingga menjadi maha kudus; setiap orang yang kena kepadanya akan menjadi kudus.
30. Engkau harus juga mengurapi dan menguduskan Harun dan anak-anaknya supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku.
31. Dan kepada orang Israel haruslah kaukatakan demikian: Inilah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus bagi-Ku di antara kamu turun-temurun.
32. Kepada badan orang biasa janganlah minyak itu dicurahkan, dan janganlah kaubuat minyak yang semacam itu dengan memakai campuran itu juga: itulah minyak yang kudus, dan haruslah itu kudus bagimu.
33. Orang yang mencampur rempah-rempah menjadi minyak yang semacam itu atau yang membubuhnya pada badan orang awam, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.”

Perhatikan bagaimana Tuhan membedakan minyak biasa yang boleh dipakai oleh semua orang dengan minyak urapan yang dikhususkan, dikuduskan hanya boleh bagi Tuhan saja dan ancaman hukuman mati jika ada orang yang memakainya.

Zaman Ibadah Hakekat

Roma 10:4. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Matius 11:13. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes

Yohanes 4:20. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”
21. Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Lalu, setelah semua ibadah simbolik digenapi dalam Yesus Kristus, maka sekarang masuk dalam ibadah hakekat dalam Kebenaran, bagaimana melaksanakan separasi?
Bagaimana membedakan apa yang kudus dan tidak kudus, apa yang najis dan tidak najis dalam ibadah hakekat?

Membedakan yang najis dan yang tidak najis.

Jika kita perhatikan dalam ibadah simbolik terlihat jelas semua yang najis dilarang dengan keras, bahkan beberapa pelanggaran diancam dengan hukuman mati.
Kita bisa lihat contoh misalnya bagaimana mengerikan kematian Nadab dan Abihu (Imamat 10) akibat pelanggaran mereka.

Secara sederhana, kita bisa menyimpulkan hal yang najis itu pada hakekatnya adalah dosa perbuatan dan dosa sepantasnya dihukum.
Sedangkan yang tidak najis itu hal-hal yang boleh dan tidak mendatangkan dosa maupun hukuman.

Roma 14:14. Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.

Jadi dalam ibadah hakekat sekarang, hal yang najis adalah hanya perbuatan moral yang menyebabkan dosa, sedangkan makanan minuman ataupun hari-hari tertentu sudah tidak ada lagi halal ataupun haram.

Membedakan yang kudus dan yang tidak kudus.

Kembali kita perhatikan dalam ibadah simbolik, semua hal kudus adalah semua hal yang berhubungan dengan Tuhan Yang Benar.
Kita lihat mengenai persembahan korban, mengenai tugas jabatan imam, semua itu berhubungan langsung dengan Tuhan Yang Benar.

Hanya hal-hal yang kudus yang boleh berhubungan dengan Tuhan, sedangkan semua hal-hal lain tidak boleh.
Bahkan hal-hal yang tadinya netral pun bisa menjadi najis jika berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kudus.

Lihat kembali contoh binatang cacat (netral, tidak najis, boleh dimakan) tetapi bisa menjadi najis jika dipersembahkan kepada Tuhan.

Jadi, secara sederhana bisa dibuat kesimpulan, segala hal yang berhubungan dengan Tuhan itu harus kudus.

Imamat 19:2. “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.

Imamat 20:7. Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
26. Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.

Kekudusan dalam ibadah simbolik PL dilambangkan dengan makanan minuman, korban persembahan dan berbagai upacara untuk menghapus dosa.

1Petrus 1:16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kini ibadah hakekat dalam Kebenaran, Tuhan Yesus Kristus Juruselamat yang SUDAH dikorbankan untuk menebus semua dosa setiap manusia
dan barangsiapa mau dibenarkan menjadi kudus harus bertobat dan percaya bahwa semua dosanya sudah dihukum diatas salib sehingga dia menjadi kudus dan boleh berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kudus.

Orang Kudus

Hanya orang yang sudah dikuduskan yang boleh berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kudus.

Ibrani 12:14. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Jemaat, Tubuh Kristus, Kudus

Jemaat adalah kumpulan orang-orang yang SUDAH dikuduskan untuk bersama-sama melanjutkan pekerjaan Tuhan

1Korintus 1:2. kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.

Pujian, Musik dan Lagu Kudus

Topik ini cukup panjang dan memerlukan pembahasan terpisah.

Tetapi intinya seperti semua yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kudus, maka lagu pujian bagi Tuhan pun harus lagu yang khusus yang menyenangkan Tuhan, bukan menyenangkan bagi tubuh kita (misal, enak untuk joged, kedengaran enak, nyaman, dsb).

Jadi, tiap-tiap orang punya musik favorit. Ada musik yang menyenangkan dia tapi mengganggu saya.

Ada musik yang menyenangkan saya, tapi mengganggu Tuhan.

Alkitab memberikan contoh puji-pujian yang menyenangkan bagi Tuhan menggunakan lagu himne.

http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=5214

Ref:

Pekerjaan Kudus Jemaat Kudus

Pekerjaan Jemaat bukanlah membuat panti asuhan, panti jompo, rumah sakit, membantu korban bencana alam, dst.
Pekerjaan Jemaat yang dikuduskan adalah melanjutkan pekerjaan kudus Tuhan, untuk menyebarluaskan kabar baik bahwa semua orang yang mau menerima penebusan Tuhan Yesus akan menjadi orang kudus.

Dana Kudus

Matius 22:21. Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Siapa yang seharusnya memberikan (pajak) kepada Kaisar? Tentu saja semua orang yang mau tunduk kepada si Kaisar.
Siapa yang seharusnya memberikan uang (persepuluhan, sumbangan, dsb) kepada Tuhan? Tentu saja semua orang yang mau tunduk kepada Tuhan, yaitu JemaatNya.

Juga waktu pembangunan Bait Allah, para pemimpin Israel memisahkan diri dan tidak membiarkan campur tangan orang-orang yang belum dikuduskan.

Ezra 4:2. maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum keluarga dan berkata kepada mereka: “Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan kamu, karena kami pun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu; lagipula kami selalu mempersembahkan korban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang memindahkan kami ke mari.”
3. Tetapi Zerubabel, Yesua dan para kepala kaum keluarga orang Israel yang lain berkata kepada mereka: “Bukanlah urusan kita bersama, sehingga kamu dan kami membangun rumah bagi Allah kami, karena kami sendirilah yang hendak membangun bagi TUHAN, Allah Israel, seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Koresh, raja negeri Persia.”

Bahkan orang Farisi sekalipun tidak mau menerima dana uang yang tidak kudus pada saat Yudas melemparkan uang hasil pengkhianatannya.

Bahkan, banyak penerbit berita independent (indie) menerapkan bentuk separasi dengan menolak bantuan pemerintah karena mereka sangat memahami pengaruh uang yang sangat amat besar.

Dana (uang) untuk keperluan pekerjaan Tuhan haruslah dari orang-orang kudus, oleh orang-orang kudus, untuk pekerjaan kudus Tuhan ataupun saudara-saudara didalam Kristus.

1Korintus 16:1. Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.

Roma 15:25. Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus.
26. Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.

Kisah 11:29. Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.

Jika anda adalah orang yang sudah dikuduskan oleh penebusan Yesus Juruselamatmu diatas salib, kami membutuhkan dukungan anda!

https://yesustuhan.wordpress.com/dukungan/

Separasi tanpa batas ruang, tempat ataupun waktu

Apakah separasi hanya dilakukan secara jemaat? Apakah hanya dilakukan hari minggu saja? Ataukah hanya di mimbar saja?

Apakah di parkiran saya bebas merokok? Apakah saya boleh dibaptis lagi di sungai Yordan? Atau membawa bayi saya ‘dipermandikan’? Di kantor atau rumah saya bebas ikut dalam persekutuan rohani apapun? Di panti saya boleh setiap hari membakar hio di depan altar? Di kuburan saya boleh ‘mengirim uang neraka’? Di ruangan pribadi saya boleh menikmati pornografi?

Tidak. Separasi tidak terbatas oleh ruang, tempat ataupun waktu.

1Petrus 1:
14. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Efesus 5
8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
9. karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
10. dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
12. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
13. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

Dua lapis separasi

  • Separasi Pribadi, Personal, Individual.
  • Separasi Jemaat, Local Church.

Ha?!?! Separasi pribadi? Apakah kita harus pindah ke planet lain?

Tidak. Pribadi disini adalah subyek, bukan obyek separasi. Pribadi ini adalah subyek yang melakukan separasi, bukan target/sasaran/obyek separasi.

Hal yang penting kita mengerti adalah: Apa obyek separasi? Dari obyek apakah kita memisahkan diri? Kita tidak separasi dari pribadi manusia berdosa. Malahan Tuhan  datang dalam daging dan tidak memisahkan diri dari manusia.

Baik dalam separasi pribadi maupun jemaat, obyek separasi adalah sama.

Obyek separasi adalah dosa, kesalahan dan kesesatan moral/doktrin.

1Petrus 1:16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Itulah sebabnya gereja alkitabiah mengajarkan orang Kristen untuk tidak merokok, tidak ke diskotek, ke tempat perjudian, dsb., dst…

Tidak pernah Tuhan mengajarkan secara pribadi menjauhi ataupun memusuhi penjudi, perokok, pelacur, dst. Bahkan mereka perlu diinjili agar mengerti bahwa walaupun Tuhan mengasihi pribadi mereka, tetapi Tuhan membenci perbuatan dosa mereka.

Kembali kepada pertanyaan kunci separasi:

“Apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya sudah memisahkan diri? Ataukah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat didalam dosa/kesalahan/kesesatan?”

Jadi, kita separasi dari perbuatan dosa mereka, bukan dari pribadi yang berdosa. Justru kita diutus kepada orang berdosa untuk memberitakan pertobatan dari dosa kepada Keselamatan Kekal yang hanya didapat dalam Tuhan Yesus saja.

Jadi, jika diajak ke diskotek ataupun tempat perjudian kita harus jelas dan tegas dan konsisten memilih separasi karena tempat itu jelas spesifik dikhususkan untuk perbuatan dosa. Tetapi diajak makan siang oleh penjudi, pelacur, homo, gay, lesbi dsb. tidak ada masalah karena kita tidak terlibat didalam dosa mereka dan justru inilah saat yang tepat memberitakan kasih terbesar Tuhan yang sudah dihukum karena dosa kita semua.

Pertanyaan-pertanyaan

  • bagaimana kalau saya punya rumah sakit dan orang berbagai agama datang berobat?
  • bagaimana kalau bisnis saya jasa penguburan dengan berbagai ragam ibadah?
  • bagaimana kalau teman saya datang ke rumah pas tepat jam ibadahnya dan mau menumpang tempat?

Semuanya dengan mudah dijawab dengan menggunakan pertanyaan kunci tadi:

“Apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya sudah memisahkan diri? Ataukah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat didalam dosa/kesalahan/kesesatan?”

Jika pertanyaan ini diterapkan kedalam pertanyaan sebelumnya:

  • apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat dalam ibadah pasien pengunjung rumah sakit?
  • apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat dalam ibadah kematian keluarga?
  • apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat dalam ibadah orang yang datang ke rumah saya?

Dengan garis separasi yang tegas dan konsisten, pertanyaan-pertanyaan diatas bisa dijawab dengan lebih mudah.

Garis Tegas Separasi

Kompleksitas masalah separasi ini adalah tidak adanya garis pembatas/separator yang tegas membedakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Sehingga sepanjang sejarah, separasi menjadi topik yang tidak pernah selesai diperdebatkan. Bahkan seringkali menjadi perdebatan kosong yang tidak ada ujungnya.

Semua perdebatan akan menjadi sia-sia jika tidak ada patokan, standar ukur yang jelas, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Suatu garis separator yang tegas dan konsisten.

Seharusnya segala patokan standar kehidupan kekristenan adalah Alkitab saja. Dari alkitab sajalah kita mengerti perlunya separasi. Dan seharusnya dari Alkitab pula kita mengambil garis separator yang tegas dan konsisten.

2Korintus 6
13. Maka sekarang, supaya timbal balik–aku berkata seperti kepada anak-anakku–:Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!
14. Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
15. Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
16. Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
17. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
18. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

Keluar! Pisahkan dirimu dari kesalahan dan penyesatan!

Dari sini kita bisa menarik satu garis tegas separasi, yaitu dengan menjawab pertanyaan:

“Apakah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya sudah memisahkan diri? Ataukah saya atau anak-anak dibawah tanggung jawab saya ikut terlibat didalam dosa/kesalahan/kesesatan?”

Dari sini ada satu garis tegas separator dan konsisten untuk menjawab (hampir?) semua masalah separasi. Bahkan bisa dengan mudah menjawab orang-orang Farisi yang mempertanyakan separasi Yesus dari orang-orang berdosa, yaitu bahwa Yesus tidak pernah dalam hal apapun terlibat dalam dosa atau kesesatan orang lain.

Update:

Tanpa garis separasi yang jelas tegas dan konsisten, maka yang pasti terjadi adalah kompromi dan pergeseran. Apa yang harini tidak boleh, barangkali dalam waktu 50-100 tahun akan terjadi pergeseran dan bisa menjadi boleh, karena memang tidak ada garis tegas yang tidak boleh dilanggar, tidak ada konsistensi.

Tidak hanya di mimbar, atau hanya di gedung gereja, atau hanya di rumah saja.
Konsep separasi yang jelas harus bisa diterapkan dengan konsisten, separasi tanpa batas ruang, tempat ataupun waktu.
Di kantor, di tempat parkir, di mall, dimanapun juga kita berada, kapanpun juga.

Coming next: Termasuk juga dengan mudah menjawab separasi parachurch, benarkah parachurch terbuka untuk umum sebebas-bebasnya tanpa batasan? Adakah/perlukah garis tegas separasinya?