Stress, Depresi, Agama Coca-Cola hingga Agama Opium

Matius
4. Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan memberikan rasa lapar dan haus supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan jasmaninya.

Mazmur 42
1. Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”
(42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
(42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Demikian juga Tuhan memberikan rasa stres dan depresi, yang adalah kelaparan dan kehausan rohani, supaya manusia mencari makanan dan minuman untuk kehidupan rohaninya, yaitu Alkitab, satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna dan tanpa salah!

Yohanes 6
35. Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
36. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.
37. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
38. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
39. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
40. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
41. Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.”

Tidak ada manusia dilahirkan atheis dan/atau evolusionis.
Semua suku di seluruh dunia mempunyai ritual penyembahan. Semua manusia lapar dan haus rohani dan mencari pemuasan rohaninya dalam berbagai bentuk ritual penyembahan.

Untuk makanan dan minuman jasmani sangat banyak ragam macam-macam jenisnya. Dari berbagai macam makanan dan minuman tentu saja tidak semuanya baik dan menyehatkan. Bahkan mungkin lebih banyak makanan minuman yang tidak menyehatkan daripada yang menyehatkan.

Terlebih lagi minuman, seringkali orang lebih suka Coca-cola daripada air yang murni untuk melepaskan dahaganya. Memang saat diminum rasanya lebih segar, seperti iklannya, lebih ahh…
Tetapi, seperti yang juga sudah menjadi pengetahuan umum, minuman soda ternyata tidak melepaskan dahaga sama sekali. Bahkan sebaliknya, bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi, apa yang terasa sekejap di dalam mulut sepertinya menyegarkan, ternyata menipu.

Demikian juga dengan makanan dan minuman bagi jiwa kita. Banyak buku filosofi dan psikologi menawarkan ‘solusi’ mengatasi stres dan depresi, makanan dan minuman yang rohani. Tetapi kita perlu sangat waspada dan berhati-hati, jangan sampai tertipu dengan damai yang palsu dan sementara. Seperti makanan lezat dan minuman yang rasanya menyegarkan, efek jangka panjangnya malah bisa memperparah penyakit.

Juga, agama-agama berlomba-lomba memberikan makanan yang, katanya, rohani dan menyegarkan jiwa. Bahkan ada yang mengaku nabi yang menuliskan kitab yang lebih sempurna, ternyata mengajarkan kekerasan untuk melampiaskan stres dan depresinya. Atau bahkan sampai melakukan bunuh diri sambil membunuh banyak orang juga, katanya akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal.

Waspada dan berhati-hatilah! Seperti Coca-cola yang memang terasa menyegarkan, tetapi jangka panjangnya memberikan efek sebaliknya, merusak. Demikian juga dengan Agama Coca-cola, bisa saja memberikan perasaaan damai sentosa untuk sementara waktu. Bahkan beberapa orang ‘kecanduan’ dengan ritual-ritual ibadah yang memberikan rasa damai yang palsu dan sementara. Seperti juga disebut dengan cukup tepat oleh Karl Marx, ” Die Religion … ist das Opium des Volkes,” (Religion is the opium of the people, Agama adalah opium bagi masyarakat.) Ya, banyak agama menjual ritual-ritual (yoga, meditasi, spiritualisme, puterin kotak, macam-macam gaya sembah, dsb.) yang memang bisa memberikan rasa tenang damai yang sementara. Seperti opium, orang-orang akan terus kembali lagi untuk melakukan ritual-ritual tersebut (bahkan, seperti opium, seringkali ritualnya harus dibayar sangat mahal) agar mendapatkan rasa tenang dan damai yang mereka inginkan.

Kolose 2
16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
17. semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
18. Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
19. sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
20. Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
21. jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
22. semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
23. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Firman Tuhan, mata air yang memancar terus

Alkitab saja satu-satunya Firman Tuhan yang sempurna, yang tidak ada salah sama sekali. Alkitab saja yang akan menciptakan mata air kehidupan didalam hati setiap orang yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus yang sudah dikorbankan untuk dosanya.

Efesus 1
13. Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Yohanes 4
13. Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Jika anda sudah menerima Yesus Kristus yang menebus segala dosa kita diatas salib, maka hatimu akan dimeterai dengan Roh Kudus dan mata air yang memancar terus.

Jika orang percaya mulai stres, mungkin lupa dengan mata air yang dimilikinya maka berdoalah dan gali kembali mata airmu dengan membaca Alkitab satu-satunya Firman Tuhan.

Mazmur (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

Yohanes 6
68. Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
69. dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Yohanes 14:
25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
27. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s